Diam dalam sedihku, aku bahkan tak mengerti mengapa sore ini turun hujan
aku pikir, ini lah saat yang tepat untuk ku lapangkan dunia diam ku
atau mungkin saja, Tuhan ku tahu bahwa cukup derasnya air yang buatku tuk masih dalam diamku
saat itu, bagaikan langit yang lelah. mungkin saja diriku lelah
ketika air mata jatuh tanpa ada yang bertanya, "Mengapa?"
bukan waktu nya untuk bersandiwara, aku tahu memang skenario Tuhanku
tapi aku tak mau terbawa selalu dalam diamnya sedih ku
lihat! di setiap pojok, makhluk yg tak terlihat bisa menertawaiku
sangat lucu pikirnya ketika aku harus selalu dalam sedihku
mencoba membuat mereka iri, ya, ketika aku bisa tersenyum yang malah membuat mereka marah pada dirinya sendiri
berapa lama menahan diam ini, tak masalah jika diam dalam sebuah kata senang
tapi ini berbeda...
berpikir dalam angan yang pernah dulu ku jadikan ego
tak sempat untuk mencapai puncak, malah akhirnya terjatuh lebih dulu
kamu tau apa hah! kamu tak tau bagaimana hidupmu dalam skenario ini
bagaimana aku bisa paham jikalau aku tetap diam dalam kemarahan yang tak kunjung reda?
sudah tahu jalan apa yang harus kau akhiri? tak mesti kau ikuti semua jalan yang terlihat ramai karena sekelilingmu. hei! sadarlah!
bukan kah kau yang memulai? mengapa? kau bicara pada dirimu sendiri? ya, aku paham...
bagaimana cara agar yang aku sebut "aku" tak akan merasakan diam tak penuh arti.
aku pikir, ini lah saat yang tepat untuk ku lapangkan dunia diam ku
atau mungkin saja, Tuhan ku tahu bahwa cukup derasnya air yang buatku tuk masih dalam diamku
saat itu, bagaikan langit yang lelah. mungkin saja diriku lelah
ketika air mata jatuh tanpa ada yang bertanya, "Mengapa?"
bukan waktu nya untuk bersandiwara, aku tahu memang skenario Tuhanku
tapi aku tak mau terbawa selalu dalam diamnya sedih ku
lihat! di setiap pojok, makhluk yg tak terlihat bisa menertawaiku
sangat lucu pikirnya ketika aku harus selalu dalam sedihku
mencoba membuat mereka iri, ya, ketika aku bisa tersenyum yang malah membuat mereka marah pada dirinya sendiri
berapa lama menahan diam ini, tak masalah jika diam dalam sebuah kata senang
tapi ini berbeda...
berpikir dalam angan yang pernah dulu ku jadikan ego
tak sempat untuk mencapai puncak, malah akhirnya terjatuh lebih dulu
kamu tau apa hah! kamu tak tau bagaimana hidupmu dalam skenario ini
bagaimana aku bisa paham jikalau aku tetap diam dalam kemarahan yang tak kunjung reda?
sudah tahu jalan apa yang harus kau akhiri? tak mesti kau ikuti semua jalan yang terlihat ramai karena sekelilingmu. hei! sadarlah!
bukan kah kau yang memulai? mengapa? kau bicara pada dirimu sendiri? ya, aku paham...
bagaimana cara agar yang aku sebut "aku" tak akan merasakan diam tak penuh arti.
0 komentar:
Posting Komentar