Awal yang baik ketika kita cuma ngira itu hal yg gak perlu "jadi pikiran" atau "beban", tapi nyatanya gak serupa dg perkiraan awal.
ngomongin masalah nyaman. 6 huruf yg bisa buat seseorang kayak cacing kepanasan atau ikan tanpa air. jauh banget bayanginnya ya, oke kalo manusia tanpa jodoh gimana? haha no! manusia belum diberi jodoh, mungkin lebih baik.
Gak kepengen objektif sih, tapi hal itu yg buat gue makin kepengen nulis. yups!
Ngomongin tentang HAK, ya HAK seseorang buat mendapatkan kenyamanan. Entah nyaman dalam hal apapun, tapi kali ini gue pengen bahas masalah nyaman dg demenan malah ujung-ujungnya jadi temen. Gak dibilang gebetan juga loh, tapi demenan atau cemceman wkekekek
Bukan gue aja yg bisa dan punya cerita kayak gitu, ternyata orang di luar sana, mungkin kamu yg lagi baca termasuk orang-orang yg punya cerita yg sama. Intinya, ternyata kita punya persamaan dalam hal perasaan wkekekek lupakan oke fix-__-
--
Dipertemukan dalam kondisi di mana aku dan kamu tak saling kenal, bahkan kita tak saling tatap-tatapan saat itu. Untuk pertemuan kedua kalinya, kita dipertemukan dalam kondisi yg sama tapi kita sudah saling kenal dan mulai berbicara. Tak ada perasaan yg aneh, sama seperti biasanya. Biasa-biasa saja.
Itu bermula dan semua bermula ketika temanku bilang kalo dia suka dg kamu, ya kamu. seorang lelaki yg aku anggap hanya teman biasa. Just know your name and face, right? yes!
Terlalu banyak kepoan yg temanku lakukan, alhasil semua kepoannya aku yg mendengarkan, itu semua tentang kamu. Yg awalnya aku biasa saja, tapi aku mulai menengok ke arah mu ketika kita dalam kondisi yg sama. Aku mulai memperhatikan gerak-gerik dan sekelilingmu. Aku sadar, temanku sedang memperhatikanmu pula. Aku dengan baik bisa terus dekat dan berbicara dg kamu, tapi kamu terlalu cuek. Aku sadar lagi, aku sudah mulai terpengaruh rasa kepo yg temanku miliki.
Terkesan munafik jika aku bilang kalo aku tak suka kamu. Sudahlah, bumbu cinta sudah kutabur, apa yg harus aku lakukan? aku hanya bisa memendamnya saja, tak perlu ku sajikan bumbu yg bisa membuatku ketagihan.
Aku rasa, mungkin dg berjalannya waktu, aku bisa lebih memilih dan menentukan apakah kamu pantas untuk aku tunggu dan perjuangkan.
Tak ada respon yg menuntutku harus menemuimu, tak ada tanggapan yg bisa membuatku semangat untuk mengejarmu. Yg ada hanya rayuan gombal dan itu bukan dari kamu.
Seberapa sering aku datang ke sebuah acara hanya karena di sana ada kamu. Seringnya aku tak mau pulang dahulu karena kamu pun belum ingin pulang. Seringnya aku kebingungan pulang dg siapa supaya kamu yg mengantarku pulang. Seberapa seringnya aku menyemangati teman-temanku padahal aku hanya ingin menyemangatimu, seberapa sering aku menunggu balasan chatmu sampai aku luangkan waktu tidurku, itu semua karena sebuah kata yg tak aku mengerti apakah kamu pun merasakan hal yg sama, NYAMAN.
Kita berteman baik, benar-benar baik, air laut dan pasir mungkin cintanya tak akan pernah bersatu. kita hanya bisa bersama tiap waktu, suatu saat ketika kita sudah lelah mungkin salah satu di antara kita akan terhempas ke pinggir pantai dan hanya bisa menunggu.
Tak ingin jadi hiasan yang hanya bisa dilihat dan dipamerkan, lebih baik aku menyatu dg air laut sampai kutemukan kenyamanan walau pada akhirnya kita tak pernah saling bersatu. Ada pembatas, di mana kamu sudah memiliki pilihan hidupmu, atau memang kita tak berjodoh kasarnya.
Jika aku berani, mungkin aku sudah bicara terlebih dahulu. Jika tak ada yg bisa membuat kita berubah dan berbeda, mungkin sudah ku ungkapkan. Bagaimana bisa aku bicara jika pada akhirnya sikapmu akan berubah, yg aku tau, kamu hanya bisa menerima ku sebagai teman dekat.
Sulit rasanya, sakit terasa ketika aku harus mendengar segala cerita mu tentang wanita yg sedang kamu suka. Melihat senyum bahagiamu menceritakannya, jujur, perih. Namun apa daya, hanya senyuman yg bisa aku balas. Di depanmu, aku tak mau bercerita tentang masa lalu atau siapa yg sedang aku suka atau yg sedang mendekatiku, karena aku masih ingin menjaga perasaan. Tapi sudahlah, hanya skenario yg tak pernah aku tayangkan di bagian aku bisa memiliki kamu dan hati kamu.
Mungkin di antara kita tak saling pahami satu sama lain, aku atau kamu yg tak ingin terbuka atau gengsi bahkan malu. Aku tak pernah berfikir, ketika kita mengungkapkan perasaan satu sama lain dan perasaanku tak terbalaskan, mungkin aku dan kamu akan menjaraki kisah pertemanan ini. Bukankah hal itu tak diinginkan oleh semua pihak? ya, mungkin saja.
Cerita yg diambil secara objektif dan dibuat skenario tanpa percakapan rinci. Bukankah membahas secara objektif karena ada sebuah alasan paling kuat dan menjadi modus terencana? Ya, alasan karena orang lain atau kisah nyata sang penulis. Perkirakanlah sampai perkiraanmu mencapai dan mendapatkan titik terang. seeyou!muehehehe:3
0 komentar:
Posting Komentar