Laman

Senin, 12 Mei 2014

Miss you! because LDR...

Untuk kesekian kali nya, aku menangis untuk lelaki ini... sudah berapa kali berjanji pada diri sendiri, tak akan meneteskan air mata, tak akan cengeng dan terlihat rapuh di depannya. Tapi aku tak bisa, inilah diriku.
Kadang kali kamu membuat aku selalu tertawa, kadang memarahi aku karena aku jalan dengan teman-temanku hanya untuk mencari makan dan kamu marah besar ketika menelpon dan melihat jam sudah di atas jam 8 malam.
Kamu mengharuskan aku selalu untuk bercerita apa yg sedang dan telah aku lakukan hari ini, tapi kamu diam ketika aku menyuruhmu cerita, seakan kamu lah yg selalu menutupi segala cerita dan kisahmu.

Apa yg bisa aku perbuat untuk membuat kamu selalu bahagia? jujur, aku hanya bisa membuatmu tersenyum dari kejauhan ini saja, dan jujur sejujur-jujurnya, aku sangat rindu akan hadirmu di sampingku.
Kamu yg selalu marah ketika aku pulang telat, tak bisa ditelpon, tak mengangkat telpon, kamu yg sigap menelponku ketika aku hanya memberi kabar lewat pesan singkat, kamu yg selalu dan selalu memarahi ketika aku mengundur waktu solatku, kamu yg selalu menceramahi ku tentang urusan akhirat yg kadang kali terlupa.

Aku sangat sayang, benar-benar sayang segala apa yg kamu miliki, sampai sifat ego mu sendiri dapat aku taklukkan, dan aku merasa terbiasa akan hal itu. Tapi sadarkah? kamu tak pernah jujur dg ku! apa susahnya jujur ketika yg kamu tutupi itu malah membuatmu sakit dalam hati? hanya kata-kata, aku butuh segala penjelasan yg kau suka atau tidak suka!
Jika kau tak suka aku dekat dg teman lelaki ku, marahi aku! Kamu hanya bisa santai dan menyuruhku berhati-hati dalam mencari teman.
Seberapa sering kamu melirik ke arah ku dan telpon genggam ku. Penasaran bukan dg siapa aku bercerita dan menulis pesan itu? iya! terlihat kamu sangat cemburu! Memang kamu adalah pencemburu!

Entah seberapa marah dan kesalnya dirimu saat aku mengangkat telpon dari teman lelaki ku dan menjaraki kamu ketika aku akan mulai berbicara, luapkan dan aku ingin dengar!
Sudah lama kita kenal dan dekat, cuma kamu lelaki yg menjadi belahan jiwa ku dan bisa menerima aku apa adanya! Sampai saat ini, cuma kamu yg benar-benar ingin mendengar segala ceritaku, memberikan apapun yg aku mau, selalu tak lelah untuk membuatku menjadi gadis yg lebih baik dan terbaik, kamu yg selalu pencemburu, kamu yg selalu marah ketika aku dekat dg lelaki selain kamu, kamu yg selalu marah karena aku menghabiskan uang untuk menelpon teman lelaki yg mungkin tak kau kenal, kamu lelaki yg bisa membuatku menangis hanya karena mendengar suara mu dari kejauhan sana.

Jujur, aku tak mau jauh dan kehilangan kamu! Semakin hari aku semakin sayang kamu, Allah yg mentakdirkan kita untuk menjalani hidup seperti ini, rasa sayang yg kita ciptakan semata-mata karena Allah :) 

Terlalu sering kamu menelpon aku untuk menanyakan kabar dan mendengar apakah aku sudah makan atau belum, dalam hati aku bertanya, kapan kita bisa makan bersama? 
Bapak... really miss you now! :( 

Kamu adalah lelaki yg membuat anak ini menjadi gadis yg tegar dan sederhana. Berapa ilmu dan berapa kasih sayang telah kamu berikan untuk anakmu ini, dan dg apa aku harus membayarnya? :" 
Maaf jika aku jarang menelponmu, maaf jika aku selalu menunggu untuk ditelpon, maaf aku tak bisa membuat sarapan untuk pagi mu, maaf aku tak bisa membukakan pintu ketika kamu pulang dari masjid, maaf jika aku tak mengucap salam dan mencium tanganmu ketika akan berangkat kuliah, maaf aku tak bisa menemani kamu saat kamu butuh teman mengobrol, karena jarak yg membuat kita tak bisa seromantis saat aku dan kamu berada di satu atap.

Maaf jika aku selalu mementingkan teman lelaki ku daripada kamu, maaf aku kadang kali berbohong dan tak cerita bahwa aku ada teman lelaki, maaf aku tak menghiraukan perasaanmu, maaf selalu membuat kamu gelisah dan cemburu, sekali lagi maaf dan maaf :"(
Aku tau, beratnya kamu untuk melepasku, anak gadis yg sangat kamu cintai ini. Kamu yg belum mendapatkan kepercayaan, kamu yg belum bisa percaya untuk aku dekat dg seorang lelaki selain kamu, kekhawatiran yg sangat besar ada dalam hati kecilmu, aku tau pak :') terlihat seberapa sering nasehat dan ucapan halusmu menentang aku untuk tak ada hubungan dulu, aku mengerti :")

Aku selalu menitihkan air mata setelah kamu menelponku, menyuruhku agar tak lupa berdo'a, kamu selalu bilang, 
"Bapak selalu mendo'a kan anak-anak bapak, tinggal kamu nya yg harus berdo'a juga dan mendo'akan kami orangtua mu ini, jaga diri dan hati-hati memilih teman. Jangan lupa makan."
Saat kamu mengucapkan itu, apa hari itu kamu sudah makan? Ya Allah, rasanya aku ingin memeluk bapak...
Sindiran halusmu adalah untuk tidak menangisi lelaki selain kamu atau suamiku kelak. Bapak :")

0 komentar:

Posting Komentar

 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog