Laman

Kamis, 26 Desember 2013

Salahkan Saja Jarak

Inilah masa- masa galau, masa nya anak remaja yang bingung untuk mencari pasangan hidup. Mencari yang setia tapi sulit, yaaaaa cinta namanya. Ngga asik dan ngga seru kalo ngga ada masa galau tentang cinta, seperti bayam kurang garam atau apalah itu...
Cerita cinta diambang putus atau tetap setia tapi sakit hatinya mematikan. Seorang gadis kelas 3 SMA, memulai kisahnya..
“Ya Allah, kemana sih dia ini. Ngga ada kabar sama sekali,” keluh Bella sambil memegang hp.
Kata “DIA” dikeluhan Bella yaitu Andre, mereka sudah pacaran 2 tahun 4 bulan. Sejak Bella naik kelas 3 SMA, saat itulah Bella memulai kisah LDR “Long Distance Relationship”-nya. Mau dikata apa, ini jalan satu-satunya untuk bilang setia. Jarak tempat yang memisahkan sangatlah jauh, lagipula Andre masuk disalah satu sekolah yang tidak memperbolehkannya memegang hp.
2 minggu tanpa kabar, sms pun tidak ada....
“Kemana sih? Lupa apa ya kalo punya pacar,” keluh Bella saat di dalam kelas.
“Emangnya Andre ga boleh pegang hp, Bel?,” tanya Reni.
“Katanya sih ngga boleh Ren, udah berapa minggu ini ngga ada kabar.” Bella menangis diatas meja dan menutup matanya.
“Ya lo sabar aja ya.” Reni mengelus bahu Bella.
Baru masuk kelas 3 SMA, Bella mulai ngga suka dan ngga betah di sekolah. Dulu, saat Andre masih jadi kakak kelasnya dan belum LDR-an mereka sering ketemu, biasanya Bella ke kelasnya Andre untuk cerita, atau ke kantin sekolah, dan pulang sekolah bareng. Kalo sekarang, semua itu ngga akan terjadi lagi.
“Happy Anniv yang ke 2 tahun sayang,” ucap Bella sambil berjalan ke gerbang sekolah, terlihat mata berkaca-kaca.
“Ngga nyangka gini banget anniv gue, dia aja ngga ngucapin sama sekali,” curhat Bella dengan Reni.
“Kan sabar aja, mungkin dia lagi sibuk dengan sekolahnya dan ngga boleh pegang hp, Bel.”
“Tapi ngga selama ini juga, Ren. Dia itu keterlaluan kalo udah selama ini,” nangis Bella saat di dalam kelas sehingga anak-anak kelas mulai bertanya.
“Kenapa Bella? Kok nangis,” tanya anak kelas.
“Biasalah”, jelas Reni singkat.
Tiba-tiba....
“Aduh sakit dada gue”, Bella sambil memegang dada dan ulu hati nya menangis histeris.
“Kenapa Bel? Ke UKS aja yuk”, ajak Fikri.
“Ngga mau ngga mau,” tolak Bella.
Anak-anak kelas langsung melihat apa yang terjadi. Dan di sekeliling meja Bella rame dengan mereka, dan panik.
“Woi, pencet tangan nya aja. Coba sini Bel tangan lo,” Fikri langsung menarik tangan Bella dan memijitnya.
“Ah sakit Fik, sakit”, jerit Bella sambil menangis.
“Bel, udah ke UKS aja ya. Kasian lo nya,” bujuk Sisi.
“Ngga mau, sakit ya Allah sakit,” rintih Bella yang membuat anak-anak pada panik dan sedih.
Seisi kelas panik karena Bella yang tiba-tiba histeris sakit dan menangis, sekitar 10 menit kejadian itu terjadi. Dan akhirnya Bella merasa lebih tenang.
“Bel, lo kenapa sih? Jangan kayak gini dong, kok lo jadi lemah gini sih,” tanya Ica
“Ngga tau ada apa dengan gue,” jelas singkat Bella sambil merapikan buku.
Jam sekolah berakhir, waktunya untuk pulang..
--

Bella pulang ke asrama dan langsung tidur. Untuk semester 1 di kelas 3 ini, Bella sangat kacau. Sampai nilai semesteran pun anjlok dan Bella turun peringkatnya.
“Pak, aku dapet rengking 2”, ucap Bella saat di telepon ayahnya.
“Alhamdulillah, kamu belajar yang rajin lagi ya nak”, jawaban ayah yang sangat bangga dengan anaknya.
Hanya karena LDR, Bella merasa dia sangat lemah dan tidak seceria dulu. Saat itu, MID SEMESTER berlangsung.
Entah mengapa Bella mulai merasakan deg-degan jika sedang bersama lelaki ini, ya teman sekelasnya sendiri. Bella mulai memperhatikan Kiki secara diam-diam, saat di kelas Bella selalu memperhatikan gerak-gerik Kiki. Sedang belajar atau apapun itu, Bella seringpula mencari perhatiannya Kiki. Tapiiii, Kiki ngga merespon...

Saat di asrama, Bella mulai bercerita dengan Ute. Ute adalah adik sepupunya Kiki, jelas ini akan berhasil untuk pdkt-nya mereka. Sejak saat itu, Bella mulai melupakan Andre. Bella pikir, ngapain terus-terusan mikirin pacar yang ngga pernah ngasih kabar. Itu membuat sakit hati dan tertekan..
“Te, aku kok mulai memperhatikan Kiki ya..” Cerita Bella dengan malu-malu.
“Ciee, lo suka sama Kiki ya? Udah deketin aja, Bel,” goda Ute.
“Ah gila, ngga ngga! Kiki kayaknya ngga suka sama gue, liat dari tingkah dan sikapnya ke gue itu nihil banget, Te,” keluh Bella.
“Dicoba dulu, ntar gue bantuin Bel,” Ute mulai memberi semangat Bella.
--

Bella mulai mengejar cintanya itu, sangat semangat walaupun Kiki belum memberikan respon. Setiap malam memang Bella dan Kiki smsan, membahas sesuatu yang ngga lucu sebenarnya. Semenjak itu dan seterusnya, Bella dan Kiki mulai akrab. Tapi susahnya, Kiki tipekal lelaki pemalu dan sangat pemalu..
“Bel, temenin ke rumah Bude ku yok..” Ajak Ute.
“Ayok, ada Kiki kan disana?hehe.” Bella langsung siap-siap.

Sampai juga di tempat, Bella dan Ute langsung salaman dengan pakde dan bude nya Ute. Dan terlihat Kiki lagi asik di depan komputer..
“Hai Ki, lagi ngapain?” Melihat ke arah komputer.
“Maen poker, lo ngapain kesini?” Tanya Kiki tetap fokus ke komputer.
“Nemenin Ute..” Jawaban singkat dari Bella.
Terlihat kalo Kiki malu dan kaget dengan kedatangan Bella, dan suatu hari Bella diajak Ute nginep di rumah budenya. Karena besok mereka akan ikut acara try out di deket rumah budenya itu.
“Ngapain kalian disini?” Tanya Kiki dengan muka heran.
“Gue mau nginep,” Ute menarik tangan Bella dan langsung mengajak ke kamar atas.

Malamnya..
“Maen kartu yuk..” Ajak Ute.
“Setsot ya..”, minta Bella.
“Ayok, kalah kena apa nih?” Tanya Kiki.
“Yang kalah di coret pake lipstick gimana?” Ide Bella
“Boleh tuh,” jawab Ute dan Kiki.

Acara maen kartu pun dimulai, dari awal maen Bella belum pernah kalah. Yang kalah adalah Kiki, sampai akhirnya Bella kalah dan harus dicoret mukanya. Sangat tidak disangka, saat itu Bella dan Kiki mulai merasa suatu perasaan dari hati ke hati. Intinya, Kiki mulai jatuh cinta dengan Bella..
Sejak itu, mereka dekat. Kalo di sekolah mereka sering ngobrol, becanda dengan anak-anak, tetap Bella sering mencari perhatian Kiki. Untuk saat itu, Bella seperti mempunyai dua dunia. Satu dunia bersama Kiki, dan satunya lagi bersama Andre yang tidak ada kabar.
--

Acara pdkt..
“Te, karaokean yuk..” Ajak Bella.
“Yaudah sms Kiki sana, ajak dia juga,” jawab Ute sambil nonton tivi.
“Okeeee say.” Bella langsung sms Kiki, dan......
Kiki mengiyakan tawaran Bella, sejak itu mereka sering karaokean bareng, nonton bioskop bareng, dan makan bareng.
Tiba-tiba...
“Hai, kamu apa kabar?” Sms Andre.
“Ini siapa?” Balas Bella.
“Ini aku. Kamu sehat kan?” Tanya Andre di sms.
“Gila, akhirnya sms juga”, ucap Bella sambil membaca sms.
“Baik, kamu? Kemana aja kamu?” Tanya Bella.
“Aku belum boleh pegang hp, maaf ya,” balas Andre

Dunia kedua Bella akhirnya berwarna juga, kegalau-an Bella meningkat. Siapa yang akan Bella pilih, untuk sekarang Kiki yang paling membuat dia nyaman. Awalnya Bella tidak pernah berpikir akan seperti ini, setelah sms Andre terakhir itu.. Andre tidak ada kabar lagi.
Di kelas..
“Bel, gimana sama pacar lo?” Tanya Fikri.
“Masih pacaran kok, kenapa Fik?” Tanya balik Bella sambil memutar badan ke arah Fikri.
“Kalo kata gua ya, mending lo udahin aja. Kalo sekolah gitu sih bisa aja dia selingkuh, kan pas lagi berlayar dia...” Jelas Fikri yang tertunda.
“Apaan sih Fik, ngga mungkin lah dia kayak gitu,” jawab Bella dengan nada agak tinggi.
“Ya itu sih terserah elo,” saran Fikri dan langsung mengerjakan tugas.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, Bella meminta putus kepada Andre. Dengan alasan, Bella tidak kuat dan tidak sabar dengan hubungan itu. Komunikasi jarang, bahkan untuk bertemu saja ngga mungkin banget.
“Kamu kenapa? Aku ngga mau putus, bentar lagi aku libur. Aku bakal nemuin kamu kok,” ucap Andre lewat telepon.
“Kamu janji?”, tanya Bella.
“Iya, aku janji sayang. Love you..” Jawaban Andre yang membuat Bella sangat percaya.
Bella dan Kiki tetap dekat, seringkali Kiki menggoda Bella untuk jadi pacarnya. Tapi, Kiki hanya becanda. Kiki tau kalo Bella masih punya Andre.
“Sayang, maaf ya aku ngga bisa nemuin kamu. aku ngga bisa pulang,” ucap Andre ditelepon.
“Kenapa?” Tanya Bella.
“Mbah aku sakit, jadi aku ngga dibolehin pulang,” jelas Andre.
“Kemarin kamu janji kalo kamu bakal pulang dan nemuin aku, tapi kenapa jadi gini?” Ucap Bella ditelepon sambil menangis. Dan Bella menutup telepon.

Bella ngga percaya hal kayak gitu bakal terjadi, dan yang paling membuat Bella sedih adalah Andre yang gampangnya melupakan kesedihan yang baru terjadi. Bella stalking-in twitter andre, sangat jelas andre sedang mention-an dengan teman-temannya termasuk teman wanitanya.
“Kamu itu ngga mikirin aku apa?” Tanya Bella dengan bentakan ditelepon.
“Memangnya kenapa sayang?” Tanya Andre.
“Aku disini sedih karena kamu ngga nepatin janji kamu, tapi kamu malah mention-an dengan mereka. Aku udah sabar nunggu kamu, bukan ini yang aku harapin. Seenggaknya kamu bisa mentingin aku dulu, kamu ngga tau kalo aku ini kangen kamu?” Bella menangis.
“Iya sayang, maafin aku ya. Aku ngga tau bakal kayak gini jadinya,” jelas Andre lembut.

Mulai saat itu, Bella sangat kesal. Waktu yang dinantikannya malah seperti ini, akhirnya Bella minta putus untuk kesekian kalinya, dan mereka putus..
--

Sebulan setelah itu, Bella mencoba menghapus semua memory cintanya.
“Maaf, aku belum bisa nunggu kamu disini,” ucap Bella sambil melihat foto kenangan dia bersama Andre.
Hidup kedua Bella sudah pudar, dan sekarang dunia Kiki yang memulai dari awal.
“Kamu mau jadi pacar aku,” ucap Kiki.
“Ki...”, terpotong
“Aku bakal jagain kamu,”
“Iya,” jawab singkatnya Bella.
Akhirnya mereka jadian, dan belum seorangpun yang tau.
Di kelas..
“Bel, kalian jadian tah?” Tanya Dion.
“Hayo ngaku aja, sama kita ini kok,” tanya Wowo penasaran.
“Ngga kok, tanya aja sama Kiki nya,” ledek Bella.
Hahahaha...
Sampai akhirnya anak kelas tau kalau Bella dan Kiki jadian, dan itu gempar banget. Bella dan Kiki jadi bahan ledekan anak kelas, dan anak-anak kelas pada posting di twitter kalo Bella dan Kiki jadian.
Kiki yang sangat pemalu, kalo diledekin dengan anak-anak dia pasti salting. Hem, maen kartu setsot dikalangan anak cowok kelas, yang kalah nembak cewek di depan kelas dengan terang-terangan..
Posisi Bella lagi tidur selonjor di bangkunya.
“Hahaha, Kiki bakal kalah kayaknya nih,” ledek Fikri.
“Ayo jatohin Kiki,” kata Jodi dengan semangat nya.
“Woi parah banget kalian, jangan bersekongkol geh buat jatohin gue,” minta Kiki dengan wajah lesu.
“Yeee, suka-suka kita dong,” jawab Fikri sambil tertawa.

Dan jrengjrengjreng, akhirnya Kiki kalah. Uyeeee, waktunya acara tembak menembak di depan kelas..
“Bella mana Bella?” Tanya Fikri.
“Itu tuh lagi tidur, bangunin aja,” ucap Ica dan Sisi.
Suasana kelas yang tidak ada guru semakin panas aja, anak-anak mulai berteriak..
“Tembak..tembak..tembak,” suara anak kelas.
Bella bangun dan ngga tau apa-apa..
“Ada apaan sih?” Tanya Bella dengan Ica.
Tiba-tiba Kiki langsung menghampiri Bella..
“Ayo dong Ki, tembak!!” Tegas Fikri.
Suasana kelas ribut, ada yang berteriak histeris, ketawa ngakak, ada yang video-in, foto-foto. Intinya bukan seperti kelas anak sekolahan.
“Bel, kamu mau ngga jadi pacar aku?” Kiki sambil memberi bunga pot yang ada di depan kelas. Dan anak-anak semakin histeris.
“Terima..terima..terima..” Teriak anak kelas.
Bella yang kebingungan, apa yang sedang terjadi..
“Udah ambil aja bunga nya,” bisik Kiki.
Bella langsung mengambil bunga yang ada di tangannya Kiki..
“Cieeeee,” suara anak-anak kelas yang histeris.
Itulah kisah Bella dan Kiki, mereka berdua menjadi bahan ledekan anak kelas bahkan guru-guru. Kelakuan Bella dan Kiki, kalo tidak ada guru selalu ngobrol berdua, pulang sekolah berdua, makan berdua. Kadang Bella dan Kiki telat ke sekolah sama-sama, padahal tidak direncanakan. Saat anak-anak sudah di kelas, tiba-tiba Bella dan Kiki masuk dengan bersamaan. Dan apa yang terjadi..
“Cieee berangkat barengan, telat juga berduaan. Cieeee,” ceplos anak-anak kelas.
--
                                                                 
                                                                                            By. NSW

0 komentar:

Posting Komentar

 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog