Laman

Rabu, 25 Desember 2013

Seharusnya, Usia Kamu Sudah Tujuh Tahun , Dik


Maaf Atas Lisan ku
Tujuh tahun lalu, ya, seharusnya aku dan kamu bisa saling berbincang dan memeluk erat
Hanya karena keegoisan, semua sirna
Maaf, jika kata kata itu menyakiti kamu

Seharusnya aku bisa melindungi kamu, wahai jiwa yang masih lemah
Seandainya saja waktu dapat kembali saat tujuh tahun silam, aku pasti akan menanti hadirmu
Menanti dengan penuh cinta, dan berjanji akan menjaga kamu

Kamu pergi? Karena mendengar ucapan ku yang tak menginginkan hadirmu?
Maaf atas lisan ku, maaf atas kelakuan bodoh itu
Mungkin, tapi menurutku itu bukan tak mungkin

Orang di sekitarku semua menyalahkan ku, terlihat dari sikap dan ucapan yang mereka loncarkan di depan diri ini
Tuhan mendengar semua ucapanku, tahu bahwa aku tak menginginkan kamu hadir di sampingku
Dan Tuhan memutuskan untuk kau tetap tinggal di tempat yang sangat indah itu

Aku tak dapat melihat wajahmu
Tapi aku bisa merasakan hadirmu
Kadang, kamu masuk di dalam mimpi ku. Apa tujuanmu?
Kamu hanya mengingatkanku, “Jangan lupakan aku”

Jujur, aku sangat menyesal dan merasa bersalah
Kamu tak salah, kamu tak akan pernah salah!
Aku hanya bisa berdoa di ruang sempit ini, meneteskan air mata yang sebenarnya tak ingin kau lihat dari ku

Badan mungil, pakaian serba putih, wajah yang kabur, tapi bagaimana bisa aku bisa mengangkapmu anak yang cantik
Meraba hanya dalam mimpi saat tidurku
Maafkan aku, Suci...

0 komentar:

Posting Komentar

 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog